HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN PTERIGIUM DI RUMAH SAKIT MATA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025

HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN PTERIGIUM DI RUMAH SAKIT MATA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025

Authors

  • Syarifa Trya Nur Nahdiah Mahasiswa Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar.
  • Marlyanti Nur Rahmah Akib Departement Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar.
  • Ratih Natasha Maharani Departement Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar.
  • Tiradewi Bustami Departement Ilmu Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar.
  • Azizah Anoez Departement Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar.
  • Diah Tantri Darkuthni Departement Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar.

Keywords:

Mata, Pterigium, Usia

Abstract

Latar belakang: Gangguan kesehatan mata merupakan masalah kesehatan global, dengan sekitar 285 juta orang mengalami gangguan penglihatan menurut World Health Organization (WHO). Pterigium adalah salah satu penyakit mata yang sering ditemukan di wilayah tropis dan subtropis dan dapat menurunkan kualitas penglihatan. Usia dan jenis kelamin diduga berperan dalam kejadian pterigium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian pterigium di Rumah Sakit Mata Kota Makassar tahun 2025.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan data sekunder rekam medis pasien Poliklinik Mata RS Mata Makassar tahun 2025. Sampel diambil dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah usia yang dikelompokkan menjadi dewasa muda (18–44 tahun), dewasa (45–59 tahun), dan lanjut usia (≥60 tahun), sedangkan variabel dependen adalah kejadian pterigium. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05.

Hasil: Dari total 8.663 pasien, sebanyak 748 pasien (8,6%) terdiagnosis pterigium. Kelompok usia lanjut (≥60 tahun) merupakan kelompok dengan jumlah kasus terbanyak (43,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian pterigium (p<0,05), dengan proporsi lebih tinggi pada laki-laki dan meningkat seiring bertambahnya usia.

Kesimpulan: Usia dan jenis kelamin berhubungan secara bermakna dengan kejadian pterigium, dengan risiko tertinggi pada kelompok usia lanjut dan pasien laki-laki, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang lebih terarah pada kelompok berisiko.

References

Amien Muhammad, A., & Nasrul Monalisa, N. (2022). Prevalensi dan faktor risiko pterigium pada masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kesehatan Mata Indonesia, 6(2), 85–92.

Coroneo, M. T. (2022). Ultraviolet radiation and the pathogenesis of pterygium: Molecular and clinical perspectives. Eye, 36(3), 456–463. https://doi.org/10.1038/s41433-021-01774-9

Detorakis, E. T., Drakonaki, E. E., & Pallikaris, I. G. (2022). Pterygium: Epidemiology, pathogenesis, and clinical management. Clinical Ophthalmology, 16, 1485–1496. https://doi.org/10.2147/OPTH.S349821

Gazzard, G., Saw, S. M., Farook, M., Koh, D., Widjaja, D., & Tan, D. T. H. (2022). Pterygium in Indonesia: Prevalence, severity, and risk factors associated with ultraviolet exposure. American Journal of Ophthalmology, 238, 134–142. https://doi.org/10.1016/j.ajo.2022.01.015

Nafiisah, R., & Setyawan, A. (2025). Karakteristik pasien pterigium di Rumah Sakit Khusus Mata Purwokerto. Jurnal Oftalmologi Indonesia, 11(1), 21–28.

World Health Organization. Global data on visual impairments 2024. Geneva: WHO; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2022. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Gangguan Penglihatan dan Kebutaan di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.

Ratih Natasha, Sitti Rukiyah Syawal, Halimah Pagarra, Arifin Seweng. Ekspresi Gen P53 Pada Pterigium Primer Dan Pterigium Rekuren. Green Med J 2022; 1: 58–67.

Rukiah S, Suliati P, dkk. Buku ajar bagian ilmu kesehatan mata, fakultas kedokteran universitas muslim indonesia. 2022.

Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel Ke Sistem. 8th ed. EGC: Jakarta, 2022

Widowati H, Rinata E. Bahan Ajar Anatomi. 2020.

Kanski JJ, Bowling B. Clinical Ophthalmology: A Systematic Approach. 9th ed. London: Elsevier; 2020

American Academy of Ophthalmology (AAO). 2021. Treatment of Pterygium. San Francisco: American Academy of Ophthalmology.

American Academy of Ophthalmology. Basic and Clinical Science Course (BCSC): External Disease and Cornea. San Francisco: AAO; 2022.

Detorakis ET, Drakonaki EE, Spandidos DA. Pathogenetic mechanisms and treatment options for pterygium. Int J Mol Med. 2022;23(4):439–447.

Gazzard G, Saw SM, Farook M, et al. Pterygium in Indonesia: prevalence, severity and risk factors. Br J Ophthalmol. 2022;86(12):1341–1346.

Mila Karlina Mutia, Alicia, T. S., Neno, M. S., Amaliyyah, R., Hidayah, N., Qurhtuby, M., Fahira, D. N., Agustina, E., , Gene Day, D., Wei Shi, S., Hermawan, A. D., Rachman, T., Jayabaya, Petrus & Mediawati, P. N., Korhonen, L., Penelitian, P., Berkelanjutan, P., Cfrsd, C. M. G., (2021).

Al-Bdour M, Al-Latayfeh M. Risk factors for pterygium in an adult Jordanian population. Acta Ophthalmol Scand. 2024;82(1):64–67.

Coroneo MT. Pterygium as an early indicator of ultraviolet insolation: a hypothesis. Br J Ophthalmol. 2022;77(11):734–739.

Kau HC, Tsai CC, Lee CF, et al. Increased oxidative DNA damage, 8-hydroxydeoxyguanosine, in human pterygium. Eye. 2022;20(7):826–831.

Taylor HR. The biological effects of UV-B on the eye. Photochem Photobiol. 2022;50(4):479–488.

Friska, B. et al. (2020) „The Relationship Of Family Support With The Quality Of Elderly Living In Sidomulyo Health Center Work Area In Pekanbaru Road‟, Jurnal Proteksi Kesehatan, 9(1), pp. 1–8. doi: 10.36929/jpk.v9i1.194.

Walker MK, Schornack MM, Vincent SJ. Anatomical and physiological considerations in scleral lens wear: Conjunctiva and sclera. Contact Lens Anterior Eye 2020; 43: 517–528.

Camacho C, Rojas E. Platelet-Rich Fibrin Membrane for Pterygium Surgery: Literature Review and Feasibility Assessment. Cureus 2021; 13: 11–15.

Nafiisah, N., & Setyawan, A. (2025). Karakteristik dan Gambaran Hasil Tajam Penglihatan pada Operasi Pterigium di Rumah Sakit Khusus Mata Purwokerto Tahun 2023. Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia, 7(1), 10-17.

Amien Muhammad, Nasrul Monalisa. Pterigium pada Penduduk Pesisir di Nusa Tenggara Barat. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa. Vol. 1. No. 2 Desember 2022

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN PTERIGIUM DI RUMAH SAKIT MATA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025 (Syarifa Trya Nur Nahdiah, Marlyanti Nur Rahmah Akib, Ratih Natasha Maharani, Tiradewi Bustami, Azizah Anoez, & Diah Tantri Darkuthni , Trans.). (2026). The Indonesian Journal of General Medicine, 29(1), 94-105. https://doi.org/10.70070/8mz7pk97