Tuberkulosis Paru Aktif Dengan Anemia Mikrositik Hipokrom Pada Remaja 16 Tahun : Sebuah Laporan Kasus

Tuberkulosis Paru Aktif Dengan Anemia Mikrositik Hipokrom Pada Remaja 16 Tahun : Sebuah Laporan Kasus

Authors

  • Andi Muhammad Aqil Anwar Mahasiswa Program Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Alfian Jafar Departement Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Floria Eva Departement Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

Anemia, Remaja, Tuberkulosis

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi beban kesehatan global, dengan Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi jumlah kasus TB di dunia. Anak dan remaja termasuk kelompok rentan yang sering menunjukkan gejala tidak khas, sehingga diagnosis sering terlambat. TB paru sering disertai anemia, terutama anemia mikrositik hipokrom, yang dapat memperburuk kondisi klinis dan respons terapi.

Laporan Kasus: Dilaporkan seorang remaja perempuan usia 16 tahun datang dengan keluhan demam naik turun, batuk, sesak napas, mual, muntah, serta penurunan berat badan 5 kg dalam sebulan. Riwayat kontak erat dengan penderita TB paru ditemukan. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, ronki paru, dan retraksi dinding dada. Pemeriksaan fotothorax menunjukkan hasil TB paru aktif, dengan BTA positif dan darah rutin menunjukkan anemia mikrositik hipokrom (Hb 7,8 g/dL, MCV 65,4 fL).

Hasil: Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis dengan TB Paru terkonfirmasi bakteriologis dan anemia mikrositik hipokrom. Pasien diberikan terapi antituberkulosis sesuai pedoman WHO dan IDAI, yaitu HRZE selama 2 bulan diikuti HR selama 4 bulan. Anemia ditangani dengan pemberian transfuse PRC sebanyak 2 x 250 mL. Edukasi dan pemantauan terapi turut diberikan untuk meningkatkan kepatuhan.

Kesimpulan: Kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini TB pada remaja, terutama pada pasien dengan riwayat kontak dan gejala sistemik. Penatalaksanaan terpadu terhadap TB dan anemia memberikan hasil klinis yang baik dan mencegah komplikasi jangka panjang.

References

Dasardhan, Thejaswi., et al. 2022. Tuberculosis-Associated Anemia : A Narrative Review. Cureus Journal. PubMed Central.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Tuberkulosis pada Anak. Edisi Revisi 2023. Jakarta: UKK Respirologi IDAI; 2023.

Kaswandani N, Jasin MR, Nugroho G. Infeksi Laten Tuberkulosis pada Anak: Diagnosis dan Tatalaksana. Sari Pediatri. 2022;24(3):144–51.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit: Modul Pelatihan Petugas Kesehatan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit; 2023.

Khairunnisa AM, Danawati D, Alfian A. Tuberculosis Paru Putus Obat dengan SIDA dan Anemia. Mutiara: Multidisciplinary Scientific Journal. 2023;2(2):78–83.

Larasati N, Retnaningsih D, Iswandari HD. Kondisi Hemoglobin dan Indeks Massa Tubuh Penyintas Tuberkulosis. Jurnal Keperawatan STIKES Kendal. 2024;9(1):31–36.

Larasati N, Retnaningsih D. Kondisi Hemoglobin dan Indeks Massa Tubuh Penyintas Tuberkulosis. 2023;8(1):22–29.

Putri A, Arumndari R. Stunting in a Child Pulmonary Tuberculosis Iron Deficiency Anemia. Pediatrician Bali Indonesia. 2025;5(1):11–16.

Rosidah U, Auliya QA, Wikandari RJ, Widiyanto SYD. Risk Factors for Anemia in Pulmonary Tuberculosis Patients in the Treatment Phase. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. 2024;15(1):89–95.

Saleh NA, Hengky HK, Umar F, Majid M. Studi Kasus Determinan Kejadian Tuberkulosis pada Anak di Kota Parepare. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI). 2022;6(12):967–77. doi:10.56338/mppki.v6i12.4104.

Saptiana BA. Erythrocyte Index Profile as an Indication of Anemia Based on Morphology in Patients (Tuberculosis) Undergoing Treatment. JSN: Jurnal Sains Natural. 2023;13(2):67–72.

Wijaya MSD, Mantik MFJ, Rampengan NH. Faktor Risiko Tuberkulosis pada Anak. e-CliniC (eCl). 2021;9(1):107–14. doi:10.35790/ecl.v9i1.32117.

World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2025. Geneva: WHO; 2025.

Downloads

Published

2025-06-23

How to Cite

Tuberkulosis Paru Aktif Dengan Anemia Mikrositik Hipokrom Pada Remaja 16 Tahun : Sebuah Laporan Kasus (Andi Muhammad Aqil Anwar, Muhammad Alfian Jafar, & Floria Eva , Trans.). (2025). The Indonesian Journal of General Medicine, 13(1), 62-72. https://doi.org/10.70070/fnxaj356