Identifikasi Kasus Penyakit Mata Dalam Pemenuhan Kompetensi Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Di RS Mata

Identifikasi Kasus Penyakit Mata Dalam Pemenuhan Kompetensi Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Di RS Mata

Authors

  • Chaerunnisa Amir Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Marlyanti Nur Rahmah Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Windy Nurul Aisyah Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Ratih Natasha Maharani Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Hikma Hiromi Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Purnamanita RS Mata Kemenkes RI Makassar, Makassar, Indonesia

Keywords:

Kompetensi dokter muda, penyakit mata, variasi kasus

Abstract

Pendidikan profesi kedokteran menekankan pada pembelajaran berbasis tempat kerja untuk mencapai kompetensi klinis dokter muda. RS Mata Makassar sebagai wahana pendidikan memainkan peran penting dalam penyediaan variasi kasus penyakit mata guna mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi kasus penyakit mata dan kesesuaiannya dengan standar kompetensi dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) berdasarkan SKDI di RS Mata Makassar. Metode penelitian yang dilakukan yaitu bersifat kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling dari data rekam medis pasien Poliklinik Mata RS Mata Makassar periode Juli–Desember 2024. Data dianalisis berdasarkan kategori SKDI Level 1–4. Dari hasil penelitian tercatat 18.483 kasus, dengan katarak (28,07%) sebagai kasus terbanyak, diikuti mata kering dengan (13.22), astigmatisme (12,03%) dan presbiopia (8,53%). Berdasarkan SKDI, kasus terbanyak adalah perdarahan vitreous (100%) pada level 1, katarak (71,15%) pada level 2, pterigium (62,38%) pada level 3A, glaukoma akut (99,54%) pada level 3B, dan mata kering (29,43%) pada level 4A. Sebagian besar variasi kasus yang ditemukan sesuai dengan daftar kompetensi layanan primer yang dibutuhkan dalam pendidikan klinik FK UMI. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu RS Mata Makassar menyediakan variasi kasus penyakit mata yang relevan dan mencukupi untuk mendukung pemenuhan kompetensi dokter muda. Pelatihan yang berfokus pada kasus dengan prevalensi tinggi seperti katarak, mata kering, astigmatisme, dan glaukoma akut perlu diperkuat untuk meningkatkan kesiapan klinis dokter muda.

References

Taringan, Rasinta. 2014. Karies Gigi. Jakarta: EGC.

Anugrahsari S. Pembelajaran Jarak Jauh Pada Kepaniteraan Klinis Program. Jambi Med J. 2021;9.

Kristian FD. Hubungan Religiositas Dengan Kecerdasan Emosi Pada Dokter Muda Yang Sedang Menjalani Pendidikan Profesi Dokter Di Surabaya. J Experentia. 2021;9:45–6.

Aryana S, Suastika K. Buku Dokter 2019 E-Book. 2019.

Fauziah R, Pusparini M, Astiwara EM. Hubungan tingkat stress mahasiswa dengan hasil kepaniteraan klinik pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2016 dan pandangan menurut Islam. Jr Med J. 2022;1(4):462–8.

Putri KMP. Gambaran Lingkungan Belajar Tahap Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Menggunakan Kuesioner The Dundee Ready Education Environment Measure (Dreem). Universitas Lampung; 2018.

Wahid S. Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia. Konsil Kedokteran Indonesia. 2019. 169 p.

Anderson HL, Kurtz J, West DC. Implementation and Use of Workplace-Based Assessment in Clinical Learning Environments: A Scoping Review. Acad Med. 2021;96(11):S164–74.

DR. Sudarman SPMP, Noor Ellyyawati SPM. WORK BASED LEARNING. pertama. Dwiyogo DWD, editor. MALANG: Wineka Media; 2022.

Scholtz D. Assessing workplace-based learning. Int J Work Learn. 2020;

Sajjad M, Mahboob U. Improving workplace-based learning for undergraduate medical students. Pakistan J Med Sci. 2015;31(5):1272–4.

General Medical Council. Assessment in undergraduate medical education. Sultan Qaboos Univ Med J. 2011;10(2):14.

Singh T, Sood R. Workplace-based assessment: Measuring and shaping clinical learning. Natl Med J India. 2013;26(1):42–6.

Article O. Effect of Vitex trifolia Linn and Solanum nigrum Linn on oxidative. 2017;(January):269–75.

Linder FE. National Health Survey. Science (80- ). 2013;127(3309):1275–9.

Kemenkes RI. Peta Jalan Penanggulangan gangguan penglihatan di Indonesia Tahun 2017-2030 [Internet]. 2019. 2018. b1-38 p. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/dokumen-ptm/buku-peta-jalan-penanggulangan-gangguan-penglihatan-di-indonesia-tahun-2017-2030

Wulandari, S. (2020). "Perdarahan Vitreous dan Penanganannya pada Kasus Trauma Mata." Jurnal Kedokteran Mata, 32(1), 12-18.

Suharso, A. (2019). "Korioretinitis dan Perannya dalam Penyakit Mata Infeksius." Jurnal Oftalmologi Indonesia, 40(2), 125-130.

Yuliana, D. (2021). "Katarak: Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia." Jurnal Kesehatan Mata, 33(1), 72-80.

Prasetya, R., & Iskandar, M. (2020). "Degenerasi Makula Terkait Usia: Pemahaman Terbaru." Ophthalmology Review, 45(3), 115-122.

Amin, M. (2022). "Penanganan Degenerasi Makula pada Pasien Lanjut Usia." Jurnal Retina Indonesia, 39(4), 100-107.

Rizki, R. (2023). "Trauma Mata dan Dislokasi Lensa: Diagnosis dan Penanganannya." Jurnal Oftalmologi Klinik, 28(3), 156-163.

Sutrisno, Y. (2021). "Pterigium: Diagnosis dan Terapi Bedah." Jurnal Kesehatan Mata, 32(4), 99-103.

Simanjuntak, M. (2022). "Chalazion: Penyebab dan Penanganan Pada Kelopak Mata." Jurnal Bedah Mata, 30(2), 76-82.

Budianto, A. (2020). "Glaukoma: Penanganan dan Pencegahan Kerusakan Saraf Optik." Jurnal Oftalmologi Indonesia, 44(1), 98-104.

Harijadi, H., & Dewi, N. (2021). "Pengelolaan Glaukoma di Rumah Sakit Mata." Ophthalmology Advances, 18(1), 48-54.

Maharani, R. (2022). "Astigmatisme pada Pasien Mata: Diagnosis dan Koreksi." Jurnal Kesehatan Mata, 35(3), 88-94.

Wahyu, A., & Santoso, B. (2020). "Presbiopia dan Koreksi Penglihatan pada Pasien Usia Lanjut." Jurnal Oftalmologi Indonesia, 39(2), 45-52.

Amalia, D., & Nugraha, A. (2021). "Konjungtivitis: Diagnosis dan Penanganan Infeksi pada Mata." Jurnal Ilmu Kesehatan Mata, 36(4), 140-145.

Rachmawati, L. (2022). "Miopia pada Anak: Penyebab dan Pengelolaannya." Jurnal Kesehatan Mata, 30(2), 55-61.

Indah, R. (2023). "Hordeolum dan Terapi pada Kelopak Mata." Ophthalmology Journal, 29(1), 38-43.

Arifin, A. (2021). Prevalensi dan Penanganan Perdarahan Vitreous di Rumah Sakit Mata Makassar. Jurnal Kedokteran Indonesia, 12(4), 234-242.

Haryanto, F. (2020). Katarak sebagai Kasus Utama dalam Pelatihan Dokter Muda di Rumah Sakit Mata. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 45-52.

Santoso, B. (2022). Peran Portofolio Klinis dalam Pengembangan Kompetensi Dokter Muda di Indonesia. Jurnal Pendidikan Kedokteran, 10(2), 121-130.

Sukmono, W. (2020). Epidemiologi Katarak di Indonesia: Tinjauan Pustaka dan Temuan Klinis. Jurnal Oftalmologi Indonesia, 8(3), 103-109.

Wulandari, D. (2019). Gangguan Refraksi pada Lansia di Kota Jakarta: Studi Kasus di Rumah Sakit Mata Jakarta. Jurnal Geriatri, 4(1), 66-74.

Sutanto, R. (2021). Prevalensi dan Dampak Glaukoma Akut pada Masyarakat Indonesia. Jurnal Kesehatan Mata, 14(1), 55-63.

Downloads

Published

2025-08-29

How to Cite

Identifikasi Kasus Penyakit Mata Dalam Pemenuhan Kompetensi Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Di RS Mata (Chaerunnisa Amir, Marlyanti Nur Rahmah, Windy Nurul Aisyah, Ratih Natasha Maharani, Hikma Hiromi, & Purnamanita , Trans.). (2025). The Indonesian Journal of General Medicine, 15(2), 44-63. https://doi.org/10.70070/dn6mh682