Kehamilan Ektopik Terganggu: Laporan Kasus dan Tinjauan Pustaka Komprehensif

Kehamilan Ektopik Terganggu: Laporan Kasus dan Tinjauan Pustaka Komprehensif

Authors

  • Betti Merdiani Putri Universitas Trisakti / Klinik Yurdiman Medika, Jakarta, Indonesia
  • Metti Herliani Putri Universitas Yarsi, Jakarta, Indonesia

Keywords:

Kehamilan Ektopik Terganggu, Ruptur Tuba, Hemoperitoneum, Salpingektomi, Ultrasonografi Transvaginal, Beta-hCG

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan ektopik (KE), dan komplikasinya yaitu kehamilan ektopik terganggu (KET), merupakan suatu kegawatdaruratan obstetri yang menjadi penyebab utama mortalitas maternal pada trimester pertama kehamilan. Diagnosis dini yang akurat dan tatalaksana yang cepat merupakan faktor krusial untuk mencegah komplikasi fatal dan mem preservasi fertilitas di masa depan. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengilustrasikan pendekatan diagnostik dan tatalaksana komprehensif pada sebuah kasus KET dengan instabilitas hemodinamik.

Ilustrasi Kasus: Seorang wanita, 32 tahun, dengan status obstetri G2P1A0, datang ke unit gawat darurat dengan keluhan utama nyeri perut kanan bawah yang timbul mendadak disertai amenorea selama 8 minggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda syok hipovolemik, termasuk hipotensi dan takikardia, serta gambaran abdomen akut. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar beta-human chorionic gonadotropin (β-hCG) kuantitatif sebesar 8.500 mIU/mL. Ultrasonografi transvaginal (USG-TV) yang dilakukan segera tidak menunjukkan adanya kantung gestasi di dalam kavum uteri, namun mengidentifikasi adanya massa kompleks di adneksa kanan dan sejumlah besar cairan bebas yang mengindikasikan hemoperitoneum di kavum Douglas. Dengan diagnosis kerja KET, pasien segera menjalani laparotomi eksplorasi. Ditemukan adanya ruptur pada tuba Fallopii kanan dengan perdarahan aktif, yang kemudian ditatalaksana dengan salpingektomi kanan. Pasien menunjukkan pemulihan yang baik tanpa komplikasi pascaoperasi.

Diskusi: Kasus ini menegaskan pentingnya indeks kecurigaan yang tinggi terhadap KE pada setiap wanita usia reproduktif yang datang dengan keluhan nyeri abdomen dan riwayat amenorea. Kombinasi antara presentasi klinis, kadar β-hCG yang berada di atas zona diskriminatif, dan temuan USG-TV yang khas merupakan pilar utama dalam penegakan diagnosis. Tatalaksana bedah darurat yang dilakukan pada kasus ini sepenuhnya sesuai dengan pedoman klinis internasional untuk KET dengan instabilitas hemodinamik, di mana tatalaksana medisinal menggunakan metotreksat merupakan suatu kontraindikasi absolut.

Kesimpulan: Kehamilan ektopik terganggu adalah kondisi yang mengancam nyawa dan menuntut diagnosis yang cepat serta intervensi segera. Manajemen yang berhasil sangat bergantung pada integrasi yang cermat antara temuan klinis, hasil pemeriksaan biokimia, dan pencitraan diagnostik, serta kesiapan dan keterampilan tim bedah dalam melakukan intervensi penyelamatan nyawa.

References

AAFP. (2020). Diagnosis and Management of Ectopic Pregnancy. American Family Physician, 101(10), 599-606.

ACOFP. (2023). Diagnosis and Management of Ectopic Pregnancy. Osteopathic Family Physician, 15(4).

ACOG. (2018). ACOG Practice Bulletin No. 193: Tubal Ectopic Pregnancy. Obstetrics & Gynecology, 131(3), e91-e103.

Alodokter. (n.d.). Kehamilan Ektopik. Diakses dari situs web Alodokter.

Alodokter. (2025). Benarkah Kadar hCG Rendah Saat Hamil Merupakan Tanda Keguguran?. Diakses dari situs web Alodokter.

Amelia, F. (2022). Hormon hCG pada Usaha Kehamilan. Bocah Indonesia.

Apollo Hospitals. (n.d.). Beta hCG Test. Diakses dari situs web Apollo Hospitals.

Aravianti, N. L. S., dkk. (2022). Gambaran Kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu di RSUD Wangaya Kota Denpasar Tahun 2019-2021. Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 9(1), 1-13.

Barnhart, K. T. (2012). Medical Management of Ectopic Pregnancy: A Comparison of Regimens. Seminars in Reproductive Medicine, 30(3), 241-248.

Cacciatore, B., et al. (1990). Transvaginal sonographic findings in ectopic pregnancy. Radiology, 174(2), 375-380.

Damianus. (2023). Magnetic Resonance Imaging (MRI) as a Problem-Solving Tool in Diagnosing Ectopic Pregnancy: A Case Report. Damianus Journal of Medicine, 22(3), 258-264.

Elson, C. J., et al. (2018). Revisiting Ectopic Pregnancy: A Pictorial Essay. Journal of Clinical Imaging Science, 8, 35.

Fadli, R. (2020). Prosedur Operasi Laparotomi untuk Menangani Kehamilan Ektopik. Halodoc.

Ghafarian, K., & Kurzweil, A. (2023). Transvaginal Ultrasound. In StatPearls. StatPearls Publishing.

Halodoc. (n.d.). Kehamilan Ektopik. Diakses dari situs web Halodoc.

Houser, M., et al. (2023). A Review of the Diagnostic and Treatment Modalities for Ectopic Pregnancies. Cureus, 15(4), e37084.

Kemenkes. (n.d.). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lin, E. P., et al. (2008). Diagnosing ectopic pregnancy: US-based criteria and clinical correlation. RadioGraphics, 28(6), 1661-1671.

Lin, E. P., et al. (2018). Diagnosing ectopic pregnancy in the emergency department. Ultrasonography, 37(1), 78-87.

Litwicka, K., & Greco, E. (2011). Caesarean scar pregnancy: A review of management options. Current Opinion in Obstetrics and Gynecology, 23(6), 415-421.

Panelli, S., et al. (2024). Ectopic Pregnancy: Pathophysiology, Diagnosis, and Treatment. Medicina, 60(2), 268.

Primaya Hospital. (n.d.). Bedah Laparoskopi. Diakses dari situs web Primaya Hospital.

Rana, P., et al. (2013). Ectopic pregnancy: a review. Archives of Gynecology and Obstetrics, 288(4), 747-757.

RANZCOG. (2019). Management of Caesarean Scar Ectopic Pregnancy. RANZCOG ASM.

RCOG. (2016). Diagnosis and Management of Ectopic Pregnancy (Green-top Guideline No. 21). BJOG, 123(13), e15-e55.

Rohmahtin, E. S. (2022). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Kehamilan Ektopik: Literature Review. Gebindo, 10(4).

Sari, W. F., dkk. (2021). Faktor Risiko Kehamilan Ektopik: Studi Literatur. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 5(3), 277-287.

Suryawan, A., dkk. (2005). Profil Penderita Kehamilan Ektopik Terganggu Periode 1 Januari 2003 sampai 31 Desember 2004 di RS Immanuel Bandung. Jurnal Kedokteran Maranatha, 5(1).

Tenore, J. L. (2023). Ectopic Pregnancy. In StatPearls. StatPearls Publishing.

The OBG Project. (2016). You’ve Diagnosed an Ectopic Pregnancy: Now What? Using the Medical Option.

Universitas Andalas. (n.d.). Kehamilan Ektopik. Repository Universitas Andalas.

Downloads

Published

2025-10-18

How to Cite

Kehamilan Ektopik Terganggu: Laporan Kasus dan Tinjauan Pustaka Komprehensif (Betti Merdiani Putri & Metti Herliani Putri , Trans.). (2025). The Indonesian Journal of General Medicine, 17(3), 64-86. https://doi.org/10.70070/0zcan335