HUBUNGAN JUMLAH KUNJUNGAN TERAPI INJEKSI TRIAMSINOLON ASETONID DENGAN RESPONS KLINIS KELOID: STUDI RETROSPEKTIF ANALITIK DI RSUD SUMBAWA

HUBUNGAN JUMLAH KUNJUNGAN TERAPI INJEKSI TRIAMSINOLON ASETONID DENGAN RESPONS KLINIS KELOID: STUDI RETROSPEKTIF ANALITIK DI RSUD SUMBAWA

Authors

  • Ketut Kwartantaya Winaya Departemen Dermatologi-Venereologi-Estetika, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Ida Ayu Agung Kirana Komalasari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Bali, Indonesia

Keywords:

Keloid, Triamsinolon Asetonid, Respons Klinis, Kepatuhan Kunjungan, Studi Retrospektif

Abstract

Pendahuluan: Keloid merupakan kelainan penyembuhan luka yang ditandai dengan proliferasi jaringan fibrosa yang melampaui batas luka asli. Kondisi ini sering kali menimbulkan keluhan subjektif berupa gatal, nyeri, serta gangguan kosmetik yang signifikan. Terapi standar yang paling efektif dan umum digunakan adalah injeksi kortikosteroid intralesi, khususnya triamsinolon asetonid. Efektivitas terapi ini sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani serangkaian kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi kunjungan terapi dengan perkembangan respons klinis pada pasien keloid di RSUD Sumbawa.

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain retrospektif analitik dengan mengambil data dari rekam medis pasien rawat jalan di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Sumbawa periode 2024-2025. Data mencakup 415 baris kunjungan yang dianalisis untuk mengidentifikasi profil demografis, pola kunjungan, diagnosis utama (ICD-10), dan diagnosis tambahan sebagai indikator respons klinis atau efek samping. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik untuk melihat keterkaitan jumlah sesi injeksi dengan stabilitas kondisi lesi.

Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pasien ( > 95%) didiagnosis dengan hypertrophic scar atau keloid (L91.0). Terdapat variasi jumlah kunjungan yang lebar, mulai dari kunjungan tunggal hingga 14 kali kunjungan per pasien. Pasien dengan jumlah kunjungan yang lebih banyak ( > 6 kali) menunjukkan kecenderungan adanya diagnosis tambahan seperti hiperpigmentasi pasca-inflamasi (L81.0) dan xerosis kutis (L85.3), yang menandakan adanya respons kronis terhadap terapi. Sebagian besar pasien ( > 96%) menggunakan jaminan kesehatan BPJS, yang secara signifikan mendukung retensi kunjungan pasien.

Diskusi: Injeksi triamsinolon asetonid bekerja dengan menekan mediator inflamasi dan menghambat aktivitas fibroblas. Frekuensi kunjungan yang rutin memungkinkan akumulasi efek farmakologis yang stabil untuk mendegradasi kolagen tipe I dan III. Di RSUD Sumbawa, ketersediaan dokter spesialis kulit dan kelamin (dr. YT, Sp.D.V.E) telah meningkatkan aksesibilitas layanan ini bagi masyarakat lokal, mengurangi angka rujukan ke luar daerah, dan memungkinkan manajemen kasus yang lebih komprehensif.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang erat antara jumlah kunjungan dengan respons klinis keloid. Pasien dengan kunjungan rutin memiliki kemungkinan lebih besar untuk mencapai perataan lesi yang stabil dibandingkan pasien dengan kunjungan sporadis. Dukungan sistem pembiayaan kesehatan seperti BPJS sangat krusial dalam menjamin keberlangsungan terapi jangka panjang ini.

References

Hypertrophic Scarring and Keloids: Epidemiology, Molecular Pathogenesis, and Therapeutic Interventions - PMC, diakses Februari 13, 2026, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12495451/

The Use of Triancinolone for the Treatment of Keloid Scars - Scientific Research Publishing, diakses Februari 13, 2026, https://www.scirp.org/pdf/jcdsa2024143_41050727.pdf

The Epidemiology of Keloids - Textbook on Scar Management - NCBI - NIH, diakses Februari 13, 2026, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK586088/

The Combination of Surgical Excision with Debulking Technique and Intralesional Triamcinolone Acetonide Injection in the Management of Keloid | SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal - TALENTA Publisher - Universitas Sumatera Utara, diakses Februari 13, 2026, https://talenta.usu.ac.id/scripta/article/view/17727

Profil keloid di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2011-Desember 2015 - E-Journal UNSRAT, diakses Februari 13, 2026, https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/download/14667/14235

Keloid Pasca Pemasangan Gips: Laporan Kasus - Journal Scientic.ID, diakses Februari 13, 2026, https://journal.scientic.id/index.php/sciena/article/download/50/35/131

Comparison of Adiponectin Levels in Patients with Familial and Non-Familial Keloid History - Journal of Society Medicine, diakses Februari 13, 2026, https://jsocmed.org/index.php/go/article/download/188/205/958

Study of Clinical Response between Treatment of Keloids with Intralesional Injection of Bleomycin plus Triamcinolone Acetonide v - Impactfactor, diakses Februari 13, 2026, http://impactfactor.org/PDF/IJTPR/14/IJTPR,Vol14,Issue1,Article24.pdf

Keloid Multipel Besar pada Perempuan Asia Muda - Cermin Dunia Kedokteran, diakses Februari 13, 2026, https://cdkjournal.com/index.php/cdk/article/download/1136/838/4015

Study Details | NCT06814288 | The Effectiveness of Intralesional Botulinum Toxin A and Triamcinolone Acetonide Injections in Keloid Treatment | ClinicalTrials.gov, diakses Februari 13, 2026, https://clinicaltrials.gov/study/NCT06814288

Debulking keloid pada telinga kiri | Andalas Journal of Health, diakses Februari 13, 2026, https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/866

Triamcinolone acetonide intralesional injection for the treatment of ..., diakses Februari 13, 2026, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6063260/

Tinjauan Pustaka - KORTIKOSTEROID INTRALESI: ASPEK FARMAKOLOGIK DAN PENGGUNAAN KLINIS DI BIDANG DERMATOLOGI, diakses Februari 13, 2026, https://ojs.perdoski.id/index.php/mdvi/article/download/54/86/219

Kortikosteroid intralesi: Aspek farmakologik dan penggunaan klnis di bidang dermatologi, diakses Februari 13, 2026, https://scholar.ui.ac.id/en/publications/kortikosteroid-intralesi-aspek-farmakologik-dan-penggunaan-klnis-/

The efficacy of intralesional triamcinolone acetonide (20mg/ml) in the treatment of keloid - International Surgery Journal, diakses Februari 13, 2026, https://www.ijsurgery.com/index.php/isj/article/download/2594/1845

Injeksi Keloid: Pengertian, Tujuan, hingga Jumlah Suntikan - Bali Sudirman Medical Centre, diakses Februari 13, 2026, https://balisudirmanmedical.com/injeksi-keloid-pengertian-tujuan-hingga-jumlah-suntikan/

RSUD Sumbawa Kini Miliki Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin -, diakses Februari 13, 2026, https://kabarsumbawa.com/2021/07/07/rsud-sumbawa-kini-miliki-dokter-spesialis-kulit-dan-kelamin/

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Kini Ada di RSUD Sumbawa - Berita NTB Terkini, diakses Februari 13, 2026, https://kabarntb.com/2021/07/dokter-spesialis-kulit-dan-kelamin-kini-ada-di-rsud-sumbawa/

Berman B, Maderal A, Raphael B. Keloids and Hypertrophic Scars: Pathophysiology, Classification, and Treatment. Dermatol Surg. 2017 Jan;43 Suppl 1:S3-S18. doi: 10.1097/DSS.0000000000000819. PMID: 27347634. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27347634/

Successful Treatment of Intralesional Triamcilonon Acetonide Injection in Keloid Patients, diakses Februari 13, 2026, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6364710/

Keloid with intra-lesional steroid injection: Trying a new way - ScienceScholar, diakses Februari 13, 2026, https://sciencescholar.us/journal/index.php/ijhs/article/download/13935/11085/11242

Apa Itu Keloid dan Bagaimana Cara Mengatasinya? - Alodokter, diakses Februari 13, 2026, https://www.alodokter.com/apa-itu-keloid-dan-bagaimana-cara-mengatasinya

RSUD Sumbawa Kini Miliki Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin - NUANSANTB, diakses Februari 13, 2026, https://nuansantb.id/2021/07/07/rsud-sumbawa-kini-miliki-dokter-spesialis-kulit-dan-kelamin/

PROFIL KELOID PADA PASIEN RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2016- 2020, diakses Februari 13, 2026, http://scholar.unand.ac.id/74928/

INTRA-LESIONAL TRIAMCINOLONE - Keloid Research Foundation, diakses Februari 13, 2026, https://keloidresearchfoundation.org/wp-content/uploads/2019/12/krf-guideline-ilt.pdf

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

HUBUNGAN JUMLAH KUNJUNGAN TERAPI INJEKSI TRIAMSINOLON ASETONID DENGAN RESPONS KLINIS KELOID: STUDI RETROSPEKTIF ANALITIK DI RSUD SUMBAWA (Ketut Kwartantaya Winaya & Ida Ayu Agung Kirana Komalasari , Trans.). (2026). The Indonesian Journal of General Medicine, 30(1), 120-139. https://doi.org/10.70070/thzabg62