Gangguan Kecemasan pada Pasien dengan Dyspnea Tanpa Kelainan Organik

Gangguan Kecemasan pada Pasien dengan Dyspnea Tanpa Kelainan Organik

Authors

  • I Gusti Ngurah Metta Nurcahya Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Prof. DR. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali, Indonesia.
  • Dian Pritasari Jeger Departemen/KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Prof. DR. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Edwin Sridana Departemen/KSM Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Prof. DR. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali, Indonesia

Keywords:

kecemasan, dispneu, organik

Abstract

Dispneu yang terjadi tanpa adanya kelainan organik yang dapat dibuktikan tetap menjadi masalah umum dan seringkali menantang dalam praktik klinis, seringkali dikaitkan dengan faktor psikologis yang mendasarinya, khususnya gangguan kecemasan. Tinjauan ini merangkum bukti terkini tentang sesak napas terkait kecemasan, dengan fokus pada definisi klinisnya, karakteristik epidemiologis, mekanisme etiologis yang mendasarinya, klasifikasi, evaluasi diagnostik termasuk diagnosis banding, dan strategi manajemen berbasis bukti. Dispneu psikogenik biasanya dialami sebagai sensasi subjektif ketidaknyamanan bernapas dan sering disertai dengan gejala panik, pola pernapasan yang tidak adaptif, dan peningkatan kecemasan. Pengenalan dini melalui penilaian biopsikososial yang komprehensif sangat penting untuk mengurangi investigasi diagnostik yang tidak perlu dan untuk memandu pendekatan pengobatan individual, termasuk intervensi kognitif-perilaku dan farmakoterapi bila sesuai. Dispneu yang menetap dengan adanya pemeriksaan fisik dan temuan diagnostik normal harus mendorong dokter untuk mempertimbangkan mekanisme terkait kecemasan dan untuk mengadopsi pendekatan interdisipliner guna mengoptimalkan hasil pasien.

References

Suha F, Modi P, Sharma S. Dyspnea. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan–. Updated 2025 Dec 13. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499965/. PMID: 29763140.

Han J, Zhu Y, Li S, Zhang J, Cheng X, Van den Bergh O, Van de Woestijne KP. The language of medically unexplained dyspnea. Chest. 2008 Apr;133(4):961–968. doi:10.1378/chest.07-2179. PMID:18263684.

Weiner D, Weiner P, Beckerman M. Anxiety dyspnea. Harefuah. 2014 Mar–Apr;153(3–4):147–150, 240. Hebrew. PMID:24791552.

American Psychiatric Association. Anxiety disorders. In: Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 5th ed. Text revision (DSM-5-TR). Washington (DC): American Psychiatric Association; 2022. p. 215–231.

Parshall MB, Schwartzstein RM, Adams L, Banzett RB, Manning HL, Bourbeau J, et al. An official American Thoracic Society statement: update on the mechanisms, assessment, and management of dyspnea. Am J Respir Crit Care Med. 2012 Feb 15;185(4):435–452. doi:10.1164/rccm.201111-2042ST.

First MB. Diagnostic and statistical manual of mental disorders, fifth edition, and clinical utility. J Nerv Ment Dis. 2013 Sep;201(9):727–729. doi:10.1097/NMD.0b013e3182a2168a.

Spitzer RL, Kroenke K, Williams JBW, Löwe B. A brief measure for assessing generalized anxiety disorder: the GAD-7. Arch Intern Med. 2006 May 22;166(10):1092–1097. doi:10.1001/archinte.166.10.1092.

Berliner D, Schneider N, Welte T, Bauersachs J. The differential diagnosis of dyspnea. Dtsch Arztebl Int. 2016 Dec;113(49):834–845. doi:10.3238/arztebl.2016.0834. PMID:28098068; PMCID:PMC5247680.

Han JN, Zhu YJ, Li SW, Luo DM, Hu Z, Van Diest I, De Peuter S, Van de Woestijne KP, Van den Bergh O. Medically unexplained dyspnea: psychophysiological characteristics and role of breathing therapy. Chin Med J (Engl). 2004 Jan;117(1):6–13. PMID:14733765.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Gangguan Kecemasan pada Pasien dengan Dyspnea Tanpa Kelainan Organik (I Gusti Ngurah Metta Nurcahya, Dian Pritasari Jeger, & Edwin Sridana , Trans.). (2026). The Indonesian Journal of General Medicine, 32(1), 1-11. https://doi.org/10.70070/ddb1z793