Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Terapi pada Fraktur Tertutup dan Terbuka: Literature Review

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Terapi pada Fraktur Tertutup dan Terbuka: Literature Review

Authors

  • Nurfitriani S Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
  • Andi Dhedie Prasatia Sam Bagian Orthopedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Makassar
  • Fadil Mula Putra Bagian Orthopedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Makassar

Keywords:

Fraktur Tertutup, Fraktur Terbuka

Abstract

Latar belakang: Fraktur adalah kondisi terjadinya diskontinuitas tulang dan atau tulang rawan, Fraktur dibagi atas fraktur terbuka dan fraktur tertutup. Keberhasilan terapi fraktur tidak hanya ditentukan oleh teknik bedah atau metode fiksasi yang digunakan, melainkan juga oleh berbagai faktor multifaktorial, baik yang berasal dari karakteristik fraktur itu sendiri maupun dari kondisi pasien dan pendekatan terapeutik yang dipilih

Tujuan: Untuk memahami faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan terapi pada fraktur tertutup dan fraktur terbuka

Metode: Literature Review dengan desain Narrative Review.

Hasil: Studi literatur menunjukkan bahwa usia, lokasi fraktur, komorbid, status gizi dan imobilisasi adalah faktor - faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi pada fraktur tertutup dan terbuka

Kesimpulan: Usia, lokasi fraktur, komorbid, status gizi dan imobilisasi adalah faktor - faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi pada fraktur tertutup dan fraktur terbuka.

References

Rino, M., & Al Fajri, J. (2021). Pendidikan kesehatan latihan Range of Motion aktif dan pasif. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 3(3), 255–259.

Mahartha, G. R. A., Maliawan, S., & Kawiyana, K. S. (2020). Manajemen fraktur pada trauma muskuloskeletal. Jurnal Ilmu Kedokteran, 2(1), 1–13. Universitas Udayana.

Sahabuddin, N., Bausat, K., Gusnah, E. S., Putra, F. M., & Rahmawati. (2024). Gambaran faktor risiko kejadian fraktur terbuka tertutup os tibia. Fakumi Medical Journal, 4(3), 204–206.

Luhur, L. J., & Dharmawan, I. P. G. (2021). Gambaran karakteristik pasien fraktur terbuka ekstremitas bawah di rumah sakit. Nursing Arts, 15(1), 60–62. ISSN: 1978-6298 (Print), 2686-133X (Online)

Ropyanto, C. B., Sitorus, R., & Eryando, T. (2013). Analisis Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Status Fungsional Paska Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Fraktur Ekstremitas. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 1(2), 81–90.

Shen, L., Wang, Q., Chen, J., & Jiang, Z. (2022). Risk factor of postoperative incision infection after plate internal fixation of calcaneal fractures: a retrospective study. BMC Musculoskeletal Disorders, 23, Article 109

Putri, A. N., Hamarno, R., & Yuswanto, T. J. A. (2023). Komorbid, usia, dan jenis fraktur ekstremitas bawah berhubungan dengan lama rawat inap pada pasien post open reduction internal fixation (ORIF). Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 14(4), 671–672.

Sulastri, S. (n.d.). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesembuhan cidera pada tulang akibat bencana. Unpublished study, RSUD Reksodiwiriyo Padang.

Anwar, P. A., Ratnasari, F., Listyana, P. S., Putri, P. N., Nugroho, P. B. D., Qonita, Q., Rahmah, R., & Maulinda, M. (2022). Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Post Operasi di RSUD Kabupaten Tangerang. Jurnal Abdikes, 2(1), 16–19.

Samsir, S., Sulasri, & Arnoli, A. (2023). Correlation between age, type of fracture and location of long bone fracture on length of hospitalization of post op patients. Formosa Journal of Science and Technology, 2(7), 1759–1770.

Alfarisi, R., Rihadah, S. R., & Anggunan. (2018). Hubungan usia, jenis kelamin dan lokasi fraktur dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 5(4), 270–276.

Rozi, I. F., Tekwan, G., & Nugroho, H. (2021). Hubungan usia pasien, jenis fraktur dan lokasi fraktur tulang panjang terhadap lama rawat inap pasca bedah di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(5), 661–663.

Cahyani, N., Wahyu, S., Hasbi, B. E., Harahap, M. W., & Putra, F. M. (2024). Karakteristik Faktor Risiko Terhadap Kejadian Fraktur Femur di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2021–2022. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(1), 4886–4898.

Aji, S. P., & Ediyono, S. (2022). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian infeksi luka operasi (ILO) pasca operasi lumbal pada bedah ortopedi. Public Health and Safety International Journal, 2(2), 103–104.

Nurfitriani, S., Sam, A. D. P., Nurmadilla, N., Bamahry, A., & Musa, I.M. (2019). Hubungan antara status gizi dengan kejadian infeksi pasca Open Reduction Internal Fixation (ORIF) pada pasien yang dirawat di RS Ibnu Sina Makassar. Fakumi Medical Journal, 1(1), 1–7.

Said, S., Taslim, N. A., & Bahar, B. (2016). Hubungan IMT dan Kadar Albumin Berhubungan dengan Penyembuhan Luka. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 4(1), 60–64. https://doi.org/10.31227/137-Full Paper (without author details)-263-1-10-20160914

Mulidan, K., Dedi, & Nurjanah, M. (2020). Hubungan status nutrisi dengan waktu penyembuhan luka pada pasien post operasi di Rumah Sakit Mitra Medika tahun 2020. Journal of Nursing Update, 2(1), 48–51.

Slobogean, G. P., Bzovsky, S., O’Hara, N. N., Marchand, L. S., Hannan, Z. D., Demyanovich, H. K., Connelly, D. W., Adachi, J. D., Thabane, L., & Sprague, S. (2023). Effect of Vitamin D3 Supplementation on Acute Fracture Healing: A Phase II Screening Randomized Double‐Blind Controlled Trial. JBMR Plus, 7(1), e10705. https://doi.org/10.1002/jbm4.10705

Andri, J., Febriawati, H., Padila, Harsismanto, J., & Susmita, R. (2020). Nyeri pada pasien post op fraktur ekstremitas bawah dengan pelaksanaan mobilisasi dan ambulasi dini. Journal of Telenursing (JOTING), 2(1), 61–70.

Vidhiastutik, Y., Hidayah, A., & Rustanti, E. (2021). Latihan Gerak Sendi (Range of Motion) pada Kekuatan Otot Motorik Pasca Operasi pada Pasien Fraktur Ekstremitas Bawah. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 1(1), 1–4.

Asrawal, A., Summary, R., Hasan, D., & Daniel, D. (2019). Faktor risiko terjadinya infeksi daerah operasi pada pasien bedah orthopedi di RSUP Fatmawati periode Juli–Oktober 2018. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 6(2), 104–112.

Kesumaputri, K. D. K., Subawa, I. W., Dewi, K. A. C., & Meregawa, P. F. (2022). Hubungan usia, jenis operasi, dan waktu operasi dengan outcome pasca-operasi fraktur tibia terbuka derajat III di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2018–2020. Jurnal Medika Udayana, 11(10), 100–106.

Agustina, E., & Syahrul, F. (2017). Pengaruh prosedur operasi terhadap kejadian infeksi pada pasien operasi bersih terkontaminasi (Studi Case Control di RSU Haji Surabaya). Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(3), 351– 360.

Downloads

Published

2025-06-27

How to Cite

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Terapi pada Fraktur Tertutup dan Terbuka: Literature Review (Nurfitriani S, Andi Dhedie Prasatia Sam, & Fadil Mula Putra , Trans.). (2025). The Indonesian Journal of General Medicine, 13(3), 29-45. https://doi.org/10.70070/sh9eyv49